Mulai dari Nol — Kenapa Saya Bikin Website Ini
2026-07-14 · 1 min read
Kenapa developer perlu punya website sendiri di era platform seperti Medium, LinkedIn, dan GitHub Profile.
Developer sekarang punya banyak tempat buat naruh kerjaan: GitHub, LinkedIn, Medium, Twitter. Semua gratis, semua mudah. Lalu kenapa saya repot bikin website sendiri?
Platform punya batas
GitHub Profile nunjukin repo kamu, tapi bukan cara kamu berpikir. LinkedIn nunjukin job title, tapi bukan kualitas kerjaan. Medium bagus buat nulis, tapi kamu nggak punya kontrol soal layout, font, atau performa.
Kalau semua konten kamu tinggal di platform orang lain, kamu tergantung sama algoritma dan kebijakan mereka. Satu perubahan algoritma, reach kamu bisa turun drastis.
Website sendiri = kontrol penuh
Saya mau tempat yang saya kendalikan sepenuhnya. Dari tipografi, warna, sampai cara konten dipublikasikan. Kalau mau ganti layout, saya ganti. Kalau mau tambah fitur, saya tambah.
Termasuk hal yang nggak bisa dilakukan platform: publish konten langsung dari Telegram. Saya kirim pesan, bot parse jadi MDX, commit ke GitHub, Vercel auto-deploy. Semua otomatis dalam 30 detik.
Bukan soal pamer
Website ini bukan tempat pamer. Ini ruang kerja yang honest: portofolio yang masih berkembang, tulisan tentang hal yang saya pelajari, dan eksperimen yang kadang berhasil, kadang tidak.
Kalau kamu developer yang masih ragu bikin website sendiri, ini alasan terkuat saya: kamu belajar lebih banyak dari proses bikinnya daripada dari hasil akhirnya.
Kalau mau ngobrol atau berkolaborasi, langsung ke halaman kontak. Nggak perlu formalitas.